Televisi dan Perilaku Konsumtif

Perilaku konsumtif yang terjadi di masyarakat semakin mengkhawatirkan. Lingkungan sekitar dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan masyarakat turut andil dalam pembentukan karakter konsumtif tersebut. Salah satu kebiasaan tersebut yakni  menyaksikan televisi. Tayangan televisi didominasi oleh berbagai iklan. Penulis melihat dari kebiasaan menonton televisi dan kecenderungan untuk mencontoh tersebut menyebabkan perilaku konsumtif pada khalayak. Menurut Wiryanto (2000),”Efek komunikasi merupakan setiap perubahan yang terjadi di dalam diri penerima, karena menerima pesan-pesan dari suatu sumber. Komunikasi dikatakan efektif apabila ia menghasilkan efek-efek atau perubahan-perubahan sebagai yang diharapkan oleh sumber,” dan menurut Fetry Zulbeatri (2006),”Televisi sebagai media yang memiliki pengaruh paling besar terhadap khalayak merupakan media yang tepat untuk memasang iklan bagi perusahaan yang menawarkan produknya ataupun pemerintah yang mensosialisasikan program-programnya.”

Masyarakat berperilaku konsumtif karena adanya pemberian penuh atas waktu dan perhatian masyarakat (yang juga merupakan konsumen) terhadap menonton tayangan televisi sehingga turut mempengaruhi kegiatan konsumsi terhadap suatu produk. Perubahan sikap konsumen menjadi suatu perilaku yang konsumtif juga merupakan akibat dari kebiasaan yang cenderung mencontoh dan terpengaruh pada tayangan iklan di televisi yang mengandung stimulan terhadap perilaku konsumtif. Walaupun penayangan iklan televisi yang semakin menarik minat konsumsi masyarakat tidak dapat dihindari, namun perilaku konsumtif yang saat ini semakin mengkhawatirkan dapat dihindari dengan adanya pemilahan kebutuhan oleh konsumen sesuai dengan prioritas kebutuhan. Tidak hanya itu,  pengaturan akan waktu dan perhatiannya terhadap tayangan iklan televisi juga perlu untuk menjadi perhatian konsumen yang sepatutnya mendapat pengaturan yang baik dan benar.



Sensitif Gender dalam Pembangunan

Laki-laki dan perempuan secara biologis memang berbeda. Terdapat hal-hal alamiah yang dimiliki oleh seorang pria yang tidak dimiliki oleh wanita. Demikian pula sebaliknya.Misalkan, hanya pria yang memiliki sperma yang dapat membuahi sel telur. Atau juga misalkan hanya wanita yang dapat hamil dan menyusui (ASI). Oleh karena itu, laki-laki dan perempuan tidaklah sama.

 Hal tersebut berkaitan dengan seks ((jenis kelamin).

Lain halnya dengan gender. Gender yakni suatu perbedaan sifat dan peran bukan karena biologis, melainkan karena konstruksi sosial (mengacu pada nilai-nilai sosial budaya).  Seperti perasaan sedih dikonstruksikan oleh masyarakat bahwa perempuanlah yang lebih sensitif dan mudah merasa sedih, padahal laki-laki juga dapat merasakan hal yang sama, namun konstruksi sosial memandang sebelah mata apabila pria mudah sensitif.

Dalam gender, laki-laki dan  perempuan itu setara. Setara bukan berarti sama. Artinya, laki-laki dan perempuan setara dalam mendapatkan akses atau perlakuan yang berbeda untuk mencapai hasil yang sama, seperti akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dll. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian terhadap pembangunan karena pembangunan yang sensitif gender akan mempunyai dampak yang lebih baik.



My SKPM

 

Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Ya, departemen kece yang saat ini aku berada untuk menuntut ilmu. Inilah website yang menjadi media penyebaran informasi departemen SKPM :)

skpm

Ayo kunjungi http://skpm.ipb.ac.id



Praktikum Pertama Penkom

Praktikum pertama ini diawali dengan kegamangan akan ruang kelas. Setelah sampai di parkiran FMIPA, seorang kawan mengabarkan bahwa ruangan berada di LSI. Setelah sampai, ruangan dibagi dan menyadari masih ada beberapa komputer yang tidak dapat dipakai, mulai dari komputernya hingga koneksinya. Hari ini banyak belajar, bahwa segala sesuatu harus siap. Siap sesiap-siapnya. Bahkan hal kecil seperti ruangan pun harusnya dicari tahu sejak awal, minimal setengah sampai satu jam sebelum dimulai, sehingga tepat waktu. Dan perbaikan-perbaikan, mulai dari komputer itu sendiri hingga kepada koneksinya juga selayaknya menjadi persiapan. Untungnya mengetahui ada komputer yang tidak dapat digunakan dan koneksi terhambat kakak-kakak sigap dalam membantu mengatasi masalah koneksi dan mencari pengganti sehingga proses praktikum berjalan lancaaar :D

 



Perilaku Komunikasi Pegawai Di Tempat Kerja Dan Efektivitas Pekerjaannya

Komunikasi organisasi adalah komunikasi yang berlangsung dalam lingkungan organisasi meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan alitara dua orang atau lebih, antara sekelompok orang, atau dalam satu atau beberapa bidang yang mempengaruhi perilaku organisasi. Seluruh kegiatan komunikasi ini merupakan suatu ajakan yang alami dan menggambarkan upaya untuk mempengaruhi perilaku dalam organisasi (Purwanto, 1999; dan Curtis dkk, 2000). Perilaku komunikasi merupakan suatu – tindakan atau respon terhadap situasi komunikasi. Perilaku komunikasi dalam organisasi biasanya timbul karena tuntutan dan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Perilaku komunikasi ini dapat diamati dari kebiasaan seseorang berkomunikasi, dan perilaku ini juga akan lnenjadi kebiasaan pelakunya (Berlo, 1960). Hubungan pelaku komunikasi juga akan berpengaruh pada kelancaran dan efektifitas komunikasi.

sumber : Zikri, Irfan



Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!